Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT

KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT

Ini adalah suatu kisah yang tejadi pada zaman Nabi Sulaiman. Sudah tidak asing bagi kita bahwa sulaiman dan bala tentaranya pernah melewati sebuah lembah, di lembah itu ada sekawanan semut yang sedang beraktifitas sesuai tugas masing-masing. Semut-semut  yang bertugas membangun sarang, dengan giat membangun sarang, ada yang mengangkut material, ada yang menempelkan material satu dengan material lain sampai berbentuk sarang. Semut-semut yang bertugas mengumpulkan makanan tanpa kenal lelah mengangkut makanan di pundaknya untuk dikumpulkan dalam sarang. Begitu juga semut-semut prajurit, dengan penuh waspada dan cermat mengawasi tiap jengkal  wilayah tersebut dari berbagai gangguan yang mungkin saja muncul tiba-tiba.
Sebelum sampai di lembah tersebut, seekor semut penjaga sudah melihat iring-iringan sulaiman dan bala tentaranya yang akan lewat. Ia langsung melapor pada pimpinannya bahwa sulaiman dan bala tentaranya akan melewati lembah ini. Ia gambarkan juga kepada pimpinannya bagaimana besar iring-iringan yang akan segera tiba, juga kemungkinan kehancuran yang akan terjadi pada sekawanan semut ini. Mendapati laporan salah seekor prajuritnya, pimpinan semutpun langsung mengumumkan kepada para semut untuk segera menyingkir, menyelamatkan diri dari sulaiman dan bala tentaranya. Sebab jika tidak, para semut akan habis terinjak-injak oleh sulaiman dan bala tentaranya.
Salah satu kelebihan nabi sulaiman adalah mengerti bahasa binatang, maka ketika pemimpin semut tadi memerintahkan para semut untuk menyingkir, Sulaiman dan bala tentaranya yang pada saat itu sudah berada sangat dengan mereka langsung memberikan komando kepada pasukannya untuk berhenti. Sulaiman tersenyum seraya berkata : “Tuhanku tetapkanlah aku untuk selalu bersyukur atas nikmatmu dan selalu melakukan perbuatan yang engkau ridhoi”
Nabi Sulaiman bersyukur karena dianugrahi kemampuan mengerti bahasa binatang oleh Allah. Ia juga bersyukur karena dengan kemampuan itu ia tidak sampai menginjak-injak dan membinasakan sekawanan semut. Rasa syukurnya itu diwujudkan salah satunta dengan melakukan hal-hal baik yang diridhoi oleh Allah.
Inilah suatu kisah tentang Nabi Sulaiman dengan semut yang dapat kita ambil hikmahnya. Mohon maaf apabila sebagian kisah ini sudah sedikit penulis dramatisasi yang mungkin saja salah. Tapi bagaimanapun, inti kisah ini terdapat dalm quran surat an-Nahl. Tentu saja dimasukkannya kisah ini dalam quran memiliki arti penting bagi manusia untuk dipelajari hikmahnya.

Selasa, 18 Februari 2014

Ikhtiar/Usaha Nabi Ismail AS



pada tulisan sebelumnya dibahas tentang Usaha Nabi Musa AS, kali ini akan dibahas tentang Nabi Ismail, tapi tidak secara keseluruhan. hanya sebagian kecil dari perjalanan panjangnya sebagai seorang nabi dan rasul.
                Saat ia bersama ibunya Siti Hajar ditinggalkan di gurun tandus oleh ayahnya, Nabi Ibrahim, Ibunya berusaha mencari air sebab Ismail kecil merasa kehausan sementara perbekalan air sudah habis dan air susunya juga sudah tak bersisa. Sekuat tenaga Siti Hajar mencari air ke sana ke mari. Ketika dari kejauhan ia melihat air, ia berlari menhampirinya. Ternyata itu hanya tipuan pandangannya saja atau yang biasa kita sebut fatamorgana. Hal itu berulang-ulang terus sampai tiga kali yang sekarang kita kenal dengan istilah sa’I dalam rangkaian ibadah haji. Pada saat itu siti hajar berlarian antara bukit safa dan bukit marwa demi air untuk Ismail kecil.
                Karena ibunya tidak kunjung memberikannya air, ismail kecil semakin  merasa kehausan. Ia pun meronta-ronta meminta air kepada ibunya lewat bahasanya, tangisan. Bukan hanya menangis, ia menjejak-jejakkan tumit kakinya ke pasir/tanah. Tanpa diduga, dari jejakkan tumit kakiIsmail kecil memancar air yang semakin lama semakin banyak. Mendapati itu, ibunya segera membendung sekitar bekas pijakan seraya bergumam “zamzam zamzam”. Itulah asal-muasal air zam-zam yang ada sampai sekarang dan masih bias dinikmati oleh jutaan bahkan puluhan orang hingga saat ini. Tapi bukan itu yang ingin sampaikan pada tulisan ini.
                Kutipan cerita diatas, kembali menegaskan kepada kita bahwa untuk memperoleh apa yang kita inginkan, harus ada ikhtiar atau usaha yang dilakukan. Kisah berlarinya Siti Hajar, Ibu Nabi Ismail, dalam mencari air termasuk fatamorgana didalamnya, serta jejakan tumit Ismail kecil diatas tanah menjadi satu simbol ikhtiar/usaha dan juga pelajaran bagi kita bahwa untuk memperoleh sesuatu harus ada upaya.
                Padahal, jika Allah yang maha Kuasa menghendaki, untuk apa Ismail kecil seorang calon Nabi dan Rasul, manusia pilihan, dan ibunya yang juga seorang ibu pilihan, harus bersusah payah di padang tandus demi air.  Dengan kuasa-Nya bisa saja langsung Allah berikan air begitu saja. Kalau bukan pelajaran bagi kita, apalagi yang dikehendaki dalam kutipan cerita diatas, pelajaran bahwa untuk memperoleh sesuatu harus ada usaha untuk meraihnya juga pelajaran bahwa suatu usaha seberapapun sulitnya pasti ada hasil yang bisa diperoleh.

Jumat, 14 Februari 2014

Dan para nabi pun berikhtiar dalam hidup mereka



Contoh yang nyata dari para nabi dalam kehidupan

Hidup memang penuh perjuangan, kita tidak bisa begitu saja memperoleh apa yang kita inginkan tanpa melakukan usaha. Seorang pelajar harus belajar untuk mendapatkan nilai yang baik, untuk mendapatkan uang setiap orang harus bekerja, berusaha, berdagang, melakukan bisnis atau apapun selain berdiam diri. memang tidak ada yang instan dalam kehidupan ini. Orang jika ingin kenyang maka dia harus makan, ingin sembuh dari sakit, maka harus berobat. Itulah kodrat yang kita harus jalani dalam kehidupan ini.
Sebagai manusia, kita terikat pada hukum kausalitas atau sebab akibat, dimana satu peristiwa akan mengakibatkan peristiwa yang lain dan sebaliknya satu kejadian pasti disebabkan oleh kejadian yang lain. Dengan kata lain, setiap perbuatan yang kita lakukan bisa mendatangkan manfaat atau resiko. Perbuatan Hal ini dialami oleh semua orang, pria-wanita, besar-kecil, tua-muda, miskin-kaya, bahkan kausalitas ini dialami juga oleh para nabi sebagai para manusia pilihan Allah. Mereka (para nabi) dalam kehidupannya sebagai manusia juga mengalami hukum sebab akibat ini.
berikut ini beberapa cuplikan kisah nabi yang menurut penulis sangat jelas unsur kausalitas (sebab-akibat) dalam kehidupan mereka , yaitu :
1.        Nabi Musa
Pada saat dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Nabi Musa dan para pengikut sampai di tepi laut merah sementara di belakang fir’aun semakin mendekat. Kemudian Allah mewahyukan agar Nabi Musa mengetukkan tongkatnya pada laut. Seketika laut terbelah menjadi dua, demikian halnya ketika Nabi Musa sampai diseberang dan Fir’aun masih berada di tengah, Allah perintahkan lagi hal yang sama, seketika laut menyatu kembali dan fir’aun tenggelam di dasar laut.  
Ketukan Tongkat Nabi Musa ke laut yang membuatnya terbelah menjadi dua dan menyatu kembali jelas-jelas merupakan bentuk ikhtiar/usaha yang dilakukan Nabi Musa sebagai pembelajaran bagi para manusia bahwa untuk menghasilkan sesuatu manusia harus berusaha. Padahal jika Allah menghendaki, Dia tinggal perintahkan saja kepada laut merah untuk terbelah dan menyatu kembali tanpa ketukan tongkat Nabi Musa. 

 Selain itu, masih ada penggalan cerita hidup nabi-nabi atau orang pilihan lain yang juga dapat dijadikan pelajaran dalam hal ikhtiar/usaha ini antara lain Nabi Ismail, Nabi Nuh, Nabi Ayub, Nabi Isa, dan masih banyak lagi
.
Sekian dulu,,, nanti disambung lagi.